Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendadak menjadi sorotan publik setelah dijuluki “Jerome Powell lokal”. Julukan itu muncul lantaran sejumlah pernyataannya dinilai mampu memicu gejolak di pasar keuangan domestik, mulai dari indeks saham hingga nilai tukar rupiah.
Dilansir dari Pikiran Rakyat, julukan tersebut merujuk pada Ketua The Federal Reserve Amerika Serikat, Jerome Powell, yang dikenal luas karena setiap pernyataannya bisa menggerakkan pasar global.
Reaksi pasar langsung terlihat usai reshuffle kabinet yang menetapkan Purbaya menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat sempat turun lebih dari 1,5 persen, sementara rupiah melemah lebih dari 1 persen terhadap dolar AS. Situasi ini dinilai mencerminkan sensitivitas pasar terhadap sosok baru yang kini mengendalikan kebijakan fiskal Indonesia.
Sejumlah pernyataan Purbaya dalam beberapa kesempatan juga memengaruhi ekspektasi investor. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah ketika ia menyebut IHSG berpotensi menembus level 36.000. Pernyataan itu sontak memicu diskusi hangat di kalangan pelaku pasar. Ada yang menilai ucapan tersebut mencerminkan optimisme pemerintah, namun tidak sedikit pula yang menilai terlalu ambisius di tengah kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian global.
“Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dijuluki sebagai Jerome Powell lokal, karena bisa menggerakkan pasar saham hanya dengan pernyataannya,” tulis Pikiran Rakyat.
Julukan tersebut menunjukkan bahwa publik menaruh perhatian besar terhadap gaya komunikasi dan arah kebijakan fiskal yang dibawa Purbaya. Seperti Powell di Amerika Serikat, kini Purbaya dianggap sebagai sosok yang pernyataannya dapat memengaruhi psikologi pasar, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan reputasi itu, Purbaya sekaligus dihadapkan pada tantangan besar: menjaga agar setiap ucapannya mampu memberi kepercayaan, bukan justru memicu ketidakpastian baru di tengah ekonomi global yang masih rentan